Efektifkah Metode Pembelajaran Daring Untuk Masyarakat Indonesia

0

Oleh : Riva F. Firdaus ,SM

Dimasa pandemi ini, kegiatan aktivitas sosial individu secara nyata dibatasi, guna memutus rantai penyebaran Covid-19, hampir setiap sektor usaha, pendidikan ataupun kegiatan jual beli dilakukan secara online dan tanpa terkecuali, semua golongan usia pun terkena imbas dari pada musibah pandemi Virus Corona.

Masyarakat harus membiasakan diri dengan habbits baru ini, dengan dunia digitalisasi. Akan tetapi setiap permasalahan pasti akan ada solusinya, begitupun sebaliknya, setiap solusi yang dikeluarkan akan menimbulkan permasalahan baru, jika tidak diimbangi dan dikaji secara komprehensif dan teralienasi dengan kondisi financial rakyatnya.

Oleh sebab itu, apakah metode pembelajaran daring ini efektif dan menjadi sebuah solusi bagi siswa siswi dan ataupun untuk mahasiswa mahasiswi di negeri ini ? Secara otomatis peran orang tua akan terlibat dalam permasalahan ini, baik dari segi financial mau pun pengawasan dan dukungan khususnya bagi tingkat Sekolah Dasar.

Baca Juga :  Kapolsek Curug Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Mungkin bagi masyarakat perkotaan, dunia digitalisasi sudah akrab menemani kehidupan mereka sehari-hari baik usia dini, muda, ataupun dewasa, dengan ditunjang pendapatan yang cukup serta jaringan yang stabil. Tapi bagaimana untuk masyarakat dipedesaan ?

Kita kesampingkan dulu persoalan financial yang saya rasa cukup kompleks, mari kita bahas terlebih dahulu soal ketersediaan jaringan. Harena hal inilah yang secara fundamental kurang mendukung program pembelajaran seara daring (online).

Dimana ada siswa siswi harus berjalan beberapa kilometer ke pusat pedesaan atau kecamatan, hanya untuk bisa terhubung dan belajar sebagaimana metode pembelajaran yang sedang diterapkan pada masa pandemi ini, tidak jarang mereka harus berdiam diri pada satu titik untuk mendapatkan signal yang cukup bagus atau memanjat pohon, berdiam diri berjam-jam demi untuk bisa mengikuti proses kegiatan belajar mengajar secara online.

Baca Juga :  Ini Prosedur Kurban di Tengah Pandemi

Tentu persoalan-persoalan inilah yang bagi saya mesti dibenahi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan wacana metode pembelajaran daring ini menjadi permanent didalam sistem pendidikan Indonesia. Karena jangan sampai kemajuan teknologi, tidak diimbangi dengan persoalan-persoalan fundamental seperti yang saya sebutkan diatas.

Sepertinya, wacana untuk menetapkan E-learning secara permanent sebagai salah satu metode pembelajaran belum dapat terwujud, jika hanya menimbulkan masalah baru bagi masyarakat yang termarjinalkan. Konsep E-learning (Daring) memang cukup bagus, jika diimbangi dengan kesejahteraan rakyatnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here