Limbah B3 Terjaring di Washtrap Banksasuci

0

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang –┬áSampah atau limbah medis yang terjaring di Washtrap Banksasuci pada Sungai Cisadane di Kelurahan Panunggangan Barat, Kota Tangerang. Diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) itu berasal dari TPA Cipeucang yang longsor akibat Sheet Pile penahan sampah jebol.

Hal tersebut dikonfirmasi salah satu relawan Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci), Hadi Irawan pada Rabu (17/6/20).

“Setiap hari kita naikkan sampah dari Sungai Cisadane, mulai pagi hingga sore mencapai satu ton. Nantinya sampah yang kita angkut akan dipilah. Kita proses pengeringan, untuk limbah medis dibakar menggunakan mesin insenerator,” ujar Adi saat dimintai keterangan sedang membakar sampah dengan mesin insenerator.

Baca Juga :  Sertijab Kepala Lapas Pemuda Klas II A Tangerang

Adi menjelaskan, sampah yang diangkut dari Sungai Cisadane kedapatan berbagai macam jenis sampah, seperti sampah organik dan non organik, ada pula sampah atau limbah B3 yang diduga dibuang ke Sungai Cisadane.

“Iya bahkan kita sering temukan ada sampah medis seperti infus, jarum suntik, masker dan lainnya. Kemarin kita angkat limbah B3 sebanyak 20 jarum suntik, infus dan masker, ” sambungnya.

Direktur Banksasuci, Ade Yunus membenarkan, temuan limbah medis tersebut. Dia meminta relawan untuk lebih hati-hati saat mengangkut sampah yang tertahan di Washtrap.

“Iya betul, makanya kita minta temen-temen lebih hati-hati. Setelah selesai membersihkan Washtrap, segera mandi dan membersihkan diri,” terangnya

Baca Juga :  Buntut TPA Cipeucang, Banksasuci Laporkan Walikota Tangsel ke KPK

Ditanya mengenai sumber limbah medis, Ade menduga limbah B3 itu dari sisaan longsor dari TPA Cipeucang.

“Kalau yang udah kotor banget, kita duga dari sana (TPA Cipeucang), tapi kalau yang Masih baru, diduga ada yang sengaja buang,” terangnya.

Ade meminta, aparat dan instansi terkait untuk segera menindaklanjuti temuan limbah medis tersebut.

“Kategorinya limbah B3, sangat berbahaya. Apalagi bila betul bekas penanganan Covid-19, lebih berbahaya,” pungkasnya. (Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here