Resah, Pedagang di Pasar Jajanan Taman Potret Gulung Tikar

0
Kios-kios Pasar Jajanan Taman Potret yang ditinggal para pedagang. Foto : Ahmad

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang –¬†Keresahan yang selama ini ditakutkan para pedagang Pasar Jajanan Taman Potret kian kini menjadi kenyataan. Lantaran, Para pengunjung yang berdatangan ke Taman Potret, makin berkurang. Bahkan, berdampak gulung tikar bagi pedagang yang tak mendapatkan keuntungan pada Pasar Jajanan Taman Potret.

Seorang pedagang jajanan makanan ringan, Amung mengatakan, Pasar Jajanan Taman Potret itu pengunjung yang berbelanja dapat dihitung pakai jari dalam tiap harinya. Selain itu pun, pedagang yang sudah cukup bertahan lama di pasar jajanan itu, kini mulai menggulung tikar. Sebab, omset yang tak pernah mendapatkan keutungan.

“Saya merasa resah mas, karena makin hari makin turun omset saya. Sedangkan ini menjadi satu-satunya pemasukan untuk menghidupkan keluarga saya. Kalo makin surut seperti ini gimana saya mau menghidupkan keluarga di rumah” kata Amung saat ditemui potrettangerang.id, Pasar Jajanan Taman Potret, Sabtu (16/9/2017).

Dirinya pun menyayangkan Pasar Jajanan Taman Potret yang di kelola PD Pasar Tirta Benteng Kota Tangerang, seperti tidak diperhatikan. Lantaran, PD Pasar tak melakukan inovasi untuk mengundang pengunjung ke Pasar Jajanan Taman Potret.

“Saya merasa PD Pasar, tak peduli lagi dengan Pasar Jajanan Taman Potret. Hanya membuat dan sekali perkenalan sudah. Tidak ada gerakan dari PD Pasar untuk menarik para pengunjung datang ke pasar jajanan ini,” tuturnya.

“Yah saya berharap kepada pemerintah supaya mencari solusi yang pasti, untuk menarik kembali minat para pengunjung untuk berdatangan lagi ke Taman Potret ini” sambungnya.

Sementara itu, Koordinator Pasar Jajanan Taman Potret, Boyke membenarkan adanya penurunan omset para pedagang, juga para pedagang yang kian gulung tikar, akibat kurangnya para pengunjung yang berdatangan kesini.

“Yah, memang benar adanya penurunan omset para pedagang mencapai 50% penurunan omsetnya, dan ada pula pedagang yang sudah gulung tikar apa lagi pedagang yang menjajal berdagangan, pasti gabakalan kuat bertahan. Dan masalah kurangnya pengunjung kesini dikarnakan lahan parkir yang kurang sedangkan yang ada malah di ambil oleh karyawan yang bekerja di tangcity. Akan tetapi saya sudah sampaikan kepada atasan saya untuk mencari solusi” tandas Boyke. (Mad/Yip)

-ADVERTISMENT- -ADVERTISMENT-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here