Belum Dapat Bansos, Kantor Desa Lebak Wangi Digruduk Warga

0

POTRETTANGERANG.ID, Kabupaten Tangerang –┬áPuluhan warga Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur menggeruduk Kantor Desa Lebak Wangi, lantaran tidak mendapatkan bantuan sosial (Bansos) pandemi Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19). Bahkan ada dugaan penyaluran bantuan tersebut diselewengkan Aparatur Desa Lebak Wangi.

Koordinator aksi, Arif dalam orasinya menyampaikan, bahwa kegaduhan terjadi atas dasar Aparatur Desa Lebak Wangi tidak transparan dalam penanganan Bansos dari Pemerintah Pusat baik tunai maupun non tunai.

“Kita akan tempuh kasus ini hingga kejalur hukum. Karena, kami ingin melihat dan merasakan tegakannya supermasi hukum. Sebab, kita sudah siapkan 12 pengacara untuk menangani kasus ini hingga tingkat pengadilan,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur Sunarti saat dimintai keterangan menyampaikan kekecewaan dirinya yang sudah lama dialaminya tidak pernah menerima Bansos apapun.

Baca Juga :  Inspektorat Kota Tangerang Bentuk Tim Pengawasan Dana Kelurahan

“Saya ini sudah pulihan tahun tinggal disini tapi sampai sekarang belum pernah dapet bantuan, padahal data KTP dan KK saya sudah diminta, kenapa kok sampai sekarang belum pernah menerima bansos,” ucap Sunarti.

Sementara Camat Sepatan Timur yang baru menjabat dua minggu. Asep Nurman Jaenudin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, kepada aksi massa yang menuntut kinerja perangkat Desa Lebak Wangi, dirinya sangat mendukung bahkan, akan mempasilitasi antara kedua belah pihak guna menemukan titik temu hingga tercapainya tuntutan warga. Dan meminta beberapa perwakilan warga untuk melakukan musyawarah.

Usai melakukan musyawarah warga. Asep Nurjaman kepada kepada awak media menyampaikan, dirinya bersama pihak terkait akan lebih jauh menganalisis permasalahan yang tengah terjadi. Dari mulai pendataan hingga penyalurannya akan ditelusuri hingga pada akar permasalahannya.

Baca Juga :  Usai Rapat Paripurna, Walikota Tangerang Tinjau Banjir

“Ya kita jangan tergesa-gesa dalam mengambil sebuah kesimpulan, tanpa terlebih dahulu melakukan analisa permasalahannya. Dan jika kita temukan adanya pelanggaran hukum itu, kita kembalikan lagi kepada masyarakat maunya seperti apa,” tandasnya. (Bam/Jef/Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here