Ahmad Chalil Gibran Resmi Mencalonkan Ketua Umum PB SEMMI

POTRETTANGERANG.ID, Jakarta – Ahmad Chalil Gibran resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI). Pencalonan dirinya itu dibuktikan, dengan menyerahkan kembali berkas pencalonan di Sekretariat Syarikat Islam, Jalan Taman Amir Hamzah, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (01/07/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Penyerahan berkas pria yang akrab disapa Gibran ini, diikuti sejumlah kader SEMMI yang membawa semangat pembaruan organisasi yang inklusif, kolaboratif dan berakar dari daerah.
Dalam bursa pencalonan Ketua Umum PB SEMMI ini, Gibran merupakan kandidat termuda. Meski usia muda, dirinya memiliki sejumlah pengalaman organisasi yang dibangun dari tingkat kampus, gerakan mahasiswa regional, hingga streuktur SEMMI di daerah.
Gibran pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Dharmawangsa Medan periode 2022–2023. Pada 2022, di tengah masa kepemimpinannya sebagai presiden mahasiswa, ia juga dipercaya menjadi Koordinator Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau Korda BEM SI.
Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ketika Gibran dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Koordinator Wilayah BEM SI Sumatera Bagian Utara. Pengalaman tersebut memperluas ruang kepemimpinannya dari lingkungan kampus menuju konsolidasi gerakan mahasiswa lintas daerah.
Selepas berproses di jaringan BEM SI, Gibran melanjutkan pengabdiannya di lingkungan SEMMI. Ia pernah memimpin SEMMI Cabang Deli Serdang sebelum kemudian dipercaya menjadi Ketua PW SEMMI Sumatera Utara.
Rekam jejak tersebut menempatkan Gibran sebagai figur muda yang tumbuh dari proses kaderisasi, memahami dinamika organisasi dari tingkat kampus, cabang, wilayah, hingga jaringan gerakan mahasiswa regional.
“Pengembalian berkas ini bukan hanya pemenuhan persyaratan administratif. Ini merupakan bentuk kesiapan untuk membawa pengalaman daerah, aspirasi kader, dan gagasan pembaruan ke tingkat nasional,” ujar Gibran.
Gibran membawa gagasan mengenai SEMMI yang lebih kolaboratif. Menurutnya, kekuatan PB SEMMI tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat pusat, tetapi juga oleh kemampuan organisasi memberikan ruang, pelayanan, dan kesempatan yang setara kepada seluruh wilayah serta cabang.
Ia menilai daerah tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelaksana agenda nasional atau sumber dukungan ketika momentum kongres berlangsung. Wilayah dan cabang harus menjadi sumber gagasan, pusat kaderisasi, sekaligus laboratorium program yang menjawab kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.Semangat inklusivitas juga menjadi salah satu prinsip utama yang ditawarkan.
Gibran ingin membangun PB SEMMI sebagai rumah bersama bagi seluruh kader tanpa membedakan latar belakang daerah, kelompok, maupun preferensi politik internal.
“SEMMI harus menjadi rumah bersama yang memberikan tempat bagi seluruh kader untuk tumbuh dan berkontribusi. Perbedaan pandangan harus dikelola menjadi kekuatan untuk memperkaya organisasi, bukan menjadi sumber fragmentasi,” katanya.
Selain memperkuat konsolidasi internal, pendekatan kolaboratif akan diarahkan pada pembangunan hubungan dengan perguruan tinggi, pemerintah, alumni, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan kelompok masyarakat sipil.
Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk memperluas akses pengembangan kader sekaligus meningkatkan kontribusi SEMMI terhadap persoalan kebangsaan.
Melalui pencalonannya, Gibran menawarkan wajah kepemimpinan generasi baru yang tetap berakar pada nilai perjuangan Syarikat Islam, tetapi terbuka terhadap perkembangan teknologi, pemikiran dan kebutuhan generasi muda. (Red)
