Ini Langkah Pemprov Banten Pulihkan Ekonomi Akibat Covid-19

0

POTRETTANGERANG.ID, Kabupaten Lebak – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan langkah perbaikan ekonomi di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Langkah itu dimulai dari sektor pertanian yang menjadi perhatian pemerintah dalam memulihkan ekonomi akibat wabah virus asal Wuhan.

Gubernur Banten, Wahidin Halim alias WH langsung tancap gas terhadap pemulihan ekonomi di wilayahnya. Dengan memperkuat sektor pertanian yang menjadi perhatian orang nomor satu di Provinsi Banten.

“Di tengah krisis seperti ini, masyarakat akan membutuhkan kebutuhan pokoknya. Kekuatan sektor pertanian akan menjadi ketahanan pangan, serta memastikan kekuatan stok bahan kebutuhan pokok,” ungkap WH saat melakukan monitoring langsung ke sektor pertanian di Provinsi Banten, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga :  Isu Kenaikan Tagihan Listrik, PLN Membuka Posko Informasi Pelanggan

Masih menurut WH, semua kalangan sedang menghadapi wabah yang merata di seluruh negeri dan berdampak juga di Provinsi Banten, pihaknya mengandalkan industri dan perdagangan yang masih bersiklus lingkaran krisis, yang berimbas kepada perekonomian.

Dia menilai, semua akan tetap bergulir dengan baik, apabila seluruh kalangan dapat memastikan ketersediaan pangan dan bahan pokok. Sehingga perdagangan tetap berputar dengan baik dan tidak ada kenaikan harga atau kelangkaan stok.

“Kita harus berupaya membudidayakan lahan-lahan yang ada di Banten untuk bisa ditanam apa saja”, ucapnya.

Dalam kunjungan ke kebun cabe di Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak itu, Gubernur Banten menyaksikan sendiri berbagai tanaman dapat tumbuh di lahan yang kurang subur. Dia meminta Dinas Pertanian Provinsi Banten untuk mengerakkan sektor pertanian lebih masif dalam menanam yang diantaranya cabe, labu, oyong, ketela, dan komoditas pertanian lainnya selain padi.

Baca Juga :  Belasan Laptop SMP PGRI Batuceper Raib Dibawa Maling

“Kita, harus semangat untuk menjadikan sektor pertanian sebagi ujung tombak perekonomian Banten. Sehingga, menjadi penghasil produk pertanian terbesar,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Banten ungkapkan rasa syukurnya, atas lahan-lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk menanam dan menghasilkan komoditas pertanian yang bagus. Mengarahkan Banten wilayah selatan untuk memperkuat sektor pertanian, tidak harus bergeser ke sektor industri.

“Memperkuat basis pertanian untuk memperkuat daya tahan masyarakat,” tuturnya.

Masih menurut pria asal Kecamatan Pinang ini, di saat daya beli masyarakat sempat turun, tapi yang menggembirakan adalah stok produk pertanian cukup sampai pada Oktober 2020.

“Daya beli masyarakat berkurang, tapi kebutuhan pokoknya terpenuhi. Harga sembako masih stabil, jadi tidak mengkhawatirkan,” tegasnya. (Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here