Hasil Swab Negatif, Keluarga Almarhum Gugat RSUD Balaraja

0

POTRETTANGERANG.ID, Kabupaten Tangerang – Paska kejadian almarhum berinisial AM, warga Kampung Jayanti Dukuh, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang yang dimakamkan secara protokol Covid-19 di TPU Buniayu oleh RSUD Balaraja, kini kian memanas.

Meski telah mendapatkan klarifikasi dari Direktur RSUD Balaraja, dr Reniati. Keluarga almarhum AM akan menggugat dan melaporkan RSUD Balaraja ke kepolisian.

“Kita bersama keluarga pasien, akan segera melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian. Namun, besok kami akan rapat terlebih dahulu, sebelum menempuh jalur hukum,” tegas Alamsyah, ketua LSM GERAM kepada media, Selasa (9/6/2020).

Menurut Alamsyah, pihak keluarga tak puas atas klarifikasi pihak RSUD Balaraja yang hanya menerangkan dengan secara lisan, tanpa data. Jika mengacu pada UU nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, hak itu jelas melanggar, lantaran hak-hak pasien tidak diberikan.

Baca Juga :  Polres Bandara Soetta Musnahkan Barang Bukti Narkotika

“Seharusnya jangan hanya bicara saja. Perlihatkan data dong, kan sudah jelas apa yang tertera pada surat saya,” ucap Alamsyah.

Hasil Swab Negatif

Suami almarhum, Endang Suhendar menceritakan, bahwa istrinya mengidap penyakit pembekakan jantung. Lantaran telah ditetapkan dokter sebagai PDP, maka almarhum diisolasi di RSUD Balaraja.

“Saat itu, berawal saya tak mau, jika almarhum dimakamkan secara protokol Covid-19. Karena saya tahu betul, jika istri saya hanya sakit pembengkakan jantung,” terang Endang.

Namun, lanjut Endang, almarhum tetap dimakamkan pihak RSUD Balaraja dengan protokol Covid-19 di TPU Buniayu. Akibatnya, yang melayat istrinya pun menjadi sepi. Yang datang kerumah hanya sebagian keluarga besarnya, meskipun almarhum belum divonis positif Covid-19.

Baca Juga :  Bupati Imbau Pedagang Hewan Kurban Terapkan Protokol Kesehatan

Tak hanya itu, Endang menjelaskan, ketiga anaknya yang masih dibawah umur pun mengalami gangguan psikologis. Karena saat istrinya mengembuskan napas terakhir, anak nomor dua, Zahra (12) yang juga di isolasi, terkejut karena orang tuanya meninggal dunia, tanpa diketahui oleh perawat dan dokter jaga.

“Saya baru lega saat RSUD Balaraja memberikan hasil Swabb almarhum dan hasilnya Negatif Corona. Yang hasil test tersebut kemudian langsung diumumkan ke tetangga dan malam tahlil di hari ke lima, tetangganya mulai mau tahlil ke rumah saya,” terang suami almarhum. (Bam/Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here