Pidato Kenagaraan Presiden, Didengarkan Saat Paripurna Istimewa DPRD Kota Tangerang

0

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka mendengar pidato kenegaraan Presiden RI menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-72.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi dalam pembukaannya mengatakan, diharapkan semua yang hadir mendengarkan pidato dengan seksama. “Marilah kita bersama-sama mendengarkan pidato kenegaraan dengan seksama,” kata Suparmi, Rabu (16/8/2017).

Selain mendengarkan Pidato Kenegaraan oleh Presiden RI, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah juga menyampaikan Raperda APBD-P Tahun Anggaran 2017 kepada pihak DPRD Kota Tangerang.

Walikota saat pengajuan mengatakan, beberapa perubahan APBD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2017 dikarenakan beberapa faktor, antara lain penyesuaian capaian target kinerja dan/atau prakiraan/rencana keuangan tahunan pemerintah daerah baik aspek pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah, kemudian penyesuaian terhadap target pendapatan yang disesuaikan dengan kebijakan umum perubahan APBD (KUPA), serta beberapa faktor lainnya.

Baca Juga :  Kecamatan Cipondoh Salurkan Stimulan dan Pembinaan Kampung Tematik

Dalam Raperda APBD-P urusan pendidikan masih menjadi prioritas sebesar Rp 1,24 Triliun, disusul kemudian dengan urusan Pekerjaan Umum yang mencapai Rp 733,14 Miliar, urusan Kesehatan sebesar Rp 548 Miliar. Dan secara garis besar APBD-P 2017 perbandingan Belanja Langsung dan Tidak Langsung sebesar 70:30.

Lebih dari itu Wali Kota menguraikan rancangan perubahan APBD T.A 2017 secara umum, pendapatan daerah semula dianggarkan sebesar Rp 3,5 Triliun menjadi Rp 3,62 Triliun atau naik sebesar Rp 107,93 Miliar. Dengan uraian pendapatan asli daerah dianggarkan Rp 1,63 Triliun naik Rp 131,85 Milyar, dana perimbangan Rp 1,46 Triliun, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 634,65 Miliar naik Rp 77,17 Miliar.

Baca Juga :  Resmi, Pontjo Prayoga Jabat Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang

Sedang untuk, Belanja Daerah semula dianggarkan sebesar Rp 4,15 Triliun menjadi Rp 4,47 Triliun atau bertambah sebesar Rp 316,03 Miliar. Dengan rincian Belanja tidak Langsung sebesar Rp 1,35 Triliyun atau berkurang Rp 131,17 Milyar dari APBD 2017. Dan untuk Belanja Langsung sebesar Rp 3,11 Triliun bertambah sebesar Rp 447,22 Miliar.

“Dengan diajukannya raperda ini, dalam proses pembahasan nanti saya berharap dapat menarik benang merah untuk mencapai hasil yang paling maksimal,” kata Arief.

“Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan pembangunan, namun apa yang menjadi catatan dan masukan para anggota dewan yang terhormat akan menjadi perhatian dan konsentrasi kami di hari-hari kedepan,” pungkasnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here