BEM se-Kabupaten Tangerang Minta Pemerintah Selesaikan Kasus HAM

0

POTRETTANGERANG.ID, Kabupaten Tangerang – Aksi demonstrasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di lampu merah Tigaraksa berakhir damai. Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk solidaritas, Senin (20/9/2021).

Presiden Mahasiswa STTM, Gilang Purnama mengatakan, aksi solidaritas ditujukan kepada aktivis-aktivis HAM yang sampai sekarang kasusnya belum terselesaikan. Menurutnya, mereka telah gugur di medan juang.

“Aksi solidaritas ini, sebagai wujud duka cita kita kepada kawan-kawan yang sudah meninggal. Karena memperjuangkan kebenaran,” ujar Gilang di lokasi aksi, Senin (20/09/2021).

Selain itu, Ali Isma, presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banten menegaskan, kasus HAM yang terjadi di Indonesia harus segera dituntaskan secepatnya oleh Pemerintah. Mengingat, bahwa perjalanan bangsa Indonesia sudah mencapai 76 Tahun berdiri. Namun masih banyak kasus pelanggan HAM yang belum selesai sampai saat ini.

Tah hanya itu, Dedi Gunawan, presiden Mahasiswa IP menambahkan, bahwa Aksi September hitam hari ini adalah untuk mengenang perjalan berdirinya bangsa ini, telah banyak terjadi pelanggaran HAM berat terjadi di Indonesia.

“Dimulai pembantaian 1965-1966 pasca G30S/PKI, Tragedi Tanjung Priok, Semanggi II, Pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Tholib, sampai terakhir tindakan brutal aparat keamanan saat reformasi di korupsi 2019, menjadi sejarah kelam dalam pengamanan aksi pasca reformasi,” tegasnya.

Senada dengan Dedi, Presiden Mahasiswa PPI, Ahmad Saeful Bahri menuntut kepada Pemerintah, maupun aparat agar segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang ada di indonesia.

“Kami juga menuntus kepada aparat agar kasus pembunuhan munir di kategorikan sebagai kasus kejahatan luar biasa bukan kejahatan biasa. Agar terhindar dari asas kadaluwarsa. Kami juga mendesak pemerintah agar segera mengusut tuntas kasus- kasus HAM bukan hanya yang terjadi di bulan september saja tapi kasus kasus yang terjadi bulan lainnya,” ketus Bahri.

Lain hal nya Yusuf Naufal, wakil Presiden Mahasiswa STBA mengatakan, aksi-aksi seperti ini hanya akan menjadi ceremonial belaka, dan akan terus menggantung kasusnya tanpa ada kejelasan. Jika pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak ada i’tikad baik dalam menuntaskan kasus-kasus tersebut.

“Kami menuntut agar kepolisian tidak bertindak represif saat mengawal aksi karena bisa menimbulkan cheos,” tandasnya.

Aksi berjalan damai dan Mereka juga menggelar aksi teatrikal dan berbagai orasi. Kepolisian bersama TNI juga ikut mengamankan aksi itu.

Untuk diketahui, Aliansi BEM se kabupaten Tangerang yang terdiri dari kampus Sekolah Tinggi Teknologi Mutu (STTM),Insan pembangunan (IP),Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA),Putra Perdana Indonesia (PPI), Universitas Muhammadiyah Banten (UMB),Sekolah Tinggi Farmasi (STF) dan Universitas Tangerang Raya ( UNTARA). (Bam/Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here