Antisipasi Krisis Ekonomi, Pemprov Banten Perkuat Ketahanan Pangan

0

POTRETTANGERANG.ID, Kota Serang – Guna mengantisipasi krisis ekonomi akibat pandemi Corona Virus Desiase 2019 atau Covid-19 yang melanda Indonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat, melalui produktivitas pertanian dan  membenahi jalur distribusi perdagangan hasil pertanian.

Gubernur Banten, Wahidin Halim alias WH mengatakan, dalam masa pandemi ini, dberakibat ekenomi melemah. Maka pihaknya mengajak semua pihak untuk mendeklarasi dalam meningkatkan produksi pertanian dan pemasaran sebagai gerakan bersama.

“Dampak dari Covid-19 ini harus kita respon. Kita antisipasi,” tegas WH dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bahan pangan untuk mendukung ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug Kota Serang, Senin (6/7/2020).

“Ada potensi yang begitu besar di Banten ini. Bisa kita kembangkan. Orang kampung insya Allah tidak akan terpukul, karena mereka punya beras dan bahan pokok lainnya,” tembah orang nomor satu di Kota Tangerang.

Baca Juga :  WH Ubah Penggunaan Dana APBD Tangani Covid-19

“Saya cukup optimis. Semua daerah memproduksi beras. Cuma masalah didistribusinya,” sambung WH.

Ditegaskan, semenjak dilantik menjadi Gubernur Banten, dirinya menaruh perhatian wilayah yang bermottokan Iman dan Taqwa ini, menjadi daerah yang memproduksi dan mensuplai kebutuhan pangan masyarakat Banten, umumnya se-Indonesia.

“Kita akan sentuh kembali produk-produk yang dibutuhkan masyarakat. Pembenahan hulu hingga hilir, meningkatkan produksi di hulu dan pembenahan distribusi di hilir,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Banten, kearifan lokal masyarakat Citorek, Kabupaten Lebak dalam mengelola hasil panen untuk ketahanan pangan menjadi modal awal. Meski masyarakat Citorek panen padinya setahun sekali namun mencukupi.

Selain itu, pihaknya menekan kepada kesepakatan dengan Perum Perhutani dalam pemanfaatan lahan, untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian di Provinsi Banten. Demikian pula dengan Perum Bulog wilayah Banten, didorong untuk lebih optimal menyerap hasil produksi padi masyarakat Banten.

“Pada tataran praktis, ini menjadi tanggung jawab bersama tanpa mengganggu tugas kewenangan kita. Ke depan kita berharap masyarakat tidak tergantung pada ijon. Kita bangun sistem distribusi. Kita harapkan Banten menjadi lumbung beras,” tegasnya.

Baca Juga :  Walikota Tinjau Lokasi Pembibitan Ikan dan Tanaman Holtikultura

“Terima kasih, kita di posisi 11, dalam penangan Covid-19,” ungkapnya menambah dengan berpesan, aparat pemerintah harus betul-betul menjadi contoh masyarakat. Terutama dalam memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, menjaga jarak (social distancing), hingga mencuci tangan.

“Kita harus bersyukur. Dengan adanya rumah sakit rujukan (RSUD Banten, red) masyarakat lebih dimudahkan. Terlampau besar biaya yang dipikul untuk Covid-19,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Pemprov Banten, Agus M Tauchid memaparkan, saat ini Provinsi Banten menempati 10 besar produsen beras nasional, dengan jumlah produksi mencapai 843 ribu ton. Pada Desember 2020 ditargetkan produksi beras Provinsi mencapai 1.451.584 ton dari luasan lahan 447.347 hektar. Dengan asumsi konsumsi beras Provinsi Banten yang mencapai 1.346.271 ton, di akhir tahun diproyeksikan produksi beras Provinsi Banten surplus 105.314 ton.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Polsek Rajeg Bagikan Masker ke Warga

“Di Provinsi Banten juga mengembangkan pangan alternatif, berupa padi khusus yang menghasilkan beras merah dan beras hitam, ketela, talas-talasan, kacang-kacangan, serta bawang merah,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu dihadiri, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, Sekda Pemprov Banten, Al-Muktabar, Danrem 064 Maulana Yusuf, Brigjen Gumuruh W, Direskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifuddin, Forkopimda Provinsi Banten, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Walikota Serang Syafrudin, Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Arban, Sekda Kota Cilegon, Sekda Kabupaten Serang, Perkumpulan Urang Banten (PUB), Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP), dan tamu undangan lainnya. (Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here