PLN UID Banten Selesaikan Aduan Pelanggan

0

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) merespon dan menyelesaikan dengan cepat pengaduan-pengaduan pelanggan terkait tagihan listrik yang diterima melalui Contact Center PLN 123, PLN Mobile maupun melalui media sosial PLN.

Untuk wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, hingga Kamis (11/06/2020) telah selesai menangani 98.33 persen atau 529 dari 538 pengaduan yang masuk. Sampai saat ini masih ada 1,67 persen aduan pelanggan yang masih harus diselesaikan dengan penanganan lebih lanjut.

Selain pengaduan yang disampaikan melalui Call Center 123, beberapa pelanggan datang langsung ke kantor pelayanan PLN untuk mendapatkan penjelasan penyebab kenaikan tagihan listrik

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Banten, Moch Andy Adchaminoerdin mengatakan, saat ini petugas PLN terus bersiaga menyelesaikan setiap pengaduan pelanggan. Lantaran adanya isu lonjakan tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan PLN, disebabkan adanya selisih tagihan rekening dibulan-bulan sebelumnya. Hal itu terjadi bukan dikarenakan tarif listrik yang naik.

Baca Juga :  Karang Taruna Salurkan Bantuan Korban Tsunami

“Kami sampaikan lagi bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik, bahkan sejak 2017 dan tidak ada subsidi silang untuk tarif daya berapapun,” jelas Andy dalam rilis yang diterima potrettangerang, Jumat (12/06/2020).

Menurut dia, kenaikan tagihan terutama pelanggan rumah tangga, terjadi lantaran adanya peningkatan konsumsi listrik selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kebijakan Work from Home (WFH). Petugas dengan adanya kebijakan Physical Distancing, menyebabkan petugas PLN di beberapa wilayah Banten, tidak bisa mengunjungi pelanggan untuk melakukan pencatatan meter secara langsung.

Dia meminta pelanggan melakukan pencatatan meter mandiri, sesuai nomor WA yang sudah diinformasikan maupun melalui laporan ke Call Center 123. Untuk pelanggan yang tidak dapat melakukan pencatatan meter dan tidak mengirimkan angka stand kWh meter pada tiap bulannya. Maka tagihan listriknya didasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik dalam tiga bulan terakhir

Baca Juga :  Forum TJSL Kota Tangerang Beri Kursi Roda ke Warga Neglasari

“Sehingga tagihan listrik yang tercantum pada rekening tidak berdasarkan pemakaian riil pelanggan. Namun sejak Mei 2020 petugas catat meter PLN telah kembali melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan. Ketika ada selisih pada pemakaian yang belum tertagih akan terakumulasi pada bulan selanjutnya,” terang Andy.

Dia menuturkan, hingga saat ini PLN terus berupaya aktif melayani, untuk memberi penjelasan kepada pelanggan, baik melalui media sosial, secara langsung melayani pelanggan yang datang ke kantor PLN, juga menghubungi pelanggan melalui telpon ataupun mengunjungi tempat pelanggan. Supaya pelanggan dapat memahami secara jelas penyebab kenaikan tagihan listriknya.

“Saat ini sudah ada aplikasi PLN Mobile yang bisa dibuka dari ponsel pelanggan. Bila ingin melihat riwayat pemakaian listriknya bisa melalui aplikasi tersebut.  Selain itu, pengecekan juga dapat dilakukan lewat situs www.pln.co.id, dan Contact Center PLN 123,” tutupnya.

Baca Juga :  Wali Kota Tangerang Temani Kapolda Tinjau Banjir Periuk

Sementara, Rini, pelanggan UP3 Cikupa menjelaskan, dia tidak begitu khawatir dengan adanya informasi yang beredar, atas banyaknya keluhan PLN. Lantaran dirinya telah menggunakan meter Prabayar, sebelum menggunakan listrik sudah terlebih dahulu beli token. Sehingga bisa langsung mengatur dan melihat jumlah kWh terpakai.

“Pemakaian selama pandemi ini pemakaian lebih banyak karena anak-anak tidak sekolah sehingga AC hidup lebih lama” ungkap Rini saat ditanya pemakaian listrik selama pandemi.

“Setelah dijelaskan oleh petugas PLN. Saya mengerti, tagihan listrik yang naik bukan karena kenaikan tarifnya, tetapi karena pemakaian yang naik. Apalagi setelah anak-anak di rumah, karena sekolah diliburkan banyak alat elektronik yang selalu menyala,” tutupnya. (Gor/Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here