Hasil Swab Negatif, Keluarga Almarhum PDP di Jayanti Menangis

0

POTRETTANGERANG.ID, Kabupaten Tangerang –  Warga Kampung Jayanti Dukuh berinisial AM, merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang ditetapkan dan meninggal dunia di RSUD Balaraja pada Senin (01/06/2020), serta dimakamkan dengan protokol Covid-19. Hal itu, membuat keluarga almarhum menangis, lantaran hasil swab dinyatakan negatif Covid-19, setelah lima hari pemakaman AM.

Suami almarhum, Endang Suhendar menceritakan, bahwa istrinya mengidap penyakit pembekakan jantung. Lantaran telah ditetapkan dokter sebagai PDP, maka almarhum diisolasi di RSUD Balaraja.

“Saat itu, berawal saya tak mau, jika almarhum dimakamkan secara protokol Covid-19. Karena saya tahu betul, jika istri saya hanya sakit pembengkakan jantung,” terang Endang.

Namun, lanjut Endang, almarhum tetap dimakamkan pihak RSUD Balaraja dengan protokol Covid-19 di TPU Buniayu. Akibatnya, yang melayat istrinya pun menjadi sepi. Yang datang kerumah hanya sebagian keluarga besarnya, meskipun almarhum belum divonis positif Covid-19.

Baca Juga :  Kepala Humas PDAM TB Dicalonkan Warga Menjadi Ketua RT

Tak hanya itu, Endang menjelaskan, ketiga anaknya yang masih dibawah umur pun mengalami gangguan psikologis. Karena saat istrinya mengembuskan napas terakhir, anak nomor dua, Zahra (12) yang juga di isolasi, terkejut karena orang tuanya meninggal dunia, tanpa diketahui oleh perawat dan dokter jaga.

“Saya baru lega saat RSUD Balaraja memberikan hasil Swabb almarhum dan hasilnya Negatif Corona. Yang hasil test tersebut kemudian langsung diumumkan ke tetangga dan malam tahlil di hari ke lima, tetangganya mulai mau tahlil ke rumah saya,” terang suami almarhum.

Sementara itu, atas kejadian tersebut, tak tinggal diam, ketua LSM Geram, Alamsyah angkat bicara, menyayangkan atas terburu-burunya RSUD Balaraja dalam menetapkan status pasien menjadi PDP.

Baca Juga :  Abaikan Intruksi Walikota, Lelang Mobil Dewan Tetap Berjalan

Menurutnya, pasien selama mengidap penyakit selama 1.5 tahun. Bahkan almarhum telah menjalani perawatan di tiga rumah sakit, dengan hasil diagnosis yang sama, yakni pembengkakan jantung.

“Kami sangat terpukul meninggalnya almarhum, karena suami almarhum adalah kakaknya salah satu anggota LSM Geram juga,” tandasnya. (Bam/Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here