Dinas Indagkop UKM Gelar Peningkatan Kemitraan Usaha Bagi UMKM

0

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Indagkop UKM) Kota Tangerang menggelar kegiatan Peningkatan Kemitraan Usaha Bagi UMKM angkatan I.

Acara yang diikuti sebanyak 180 pelaku UMKM dari empat kecamatan se-Kota Tangerang tersebut berlangsung di Aula Gedung Nyi Mas Melati, Kota Tangerang, Selasa (10/3).

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut berpesan kepada seluruh pelaku UMKM yang hadir untuk dapat menggunakan strategi – strategi dagang yang tepat dalam memasarkan produknya.

“Di era pasar bebas sekarang, kalau cara dagangnya masih tradisional pasti akan susah bersaingnya,” ujar Arief.

Selain itu, lanjut Wali Kota, sebagai produsen, para pelaku UMKM juga diharapkan bisa memposisikan konsumen sebagai subjek dari produk yang diperjual belikan.

Baca Juga :  Rapat Paripurna, Walikota Tangerang Sampaikan Jawaban Raperda Pendidikan dan Koperasi

“Ajak konsumen untuk berinteraksi dengan kita, melalui saran dan kritik,” jabarnya.

Arief juga menghimbau para pelaku UMKM yang hadir untuk senantiasa mengedepankan adanya Unique Selling Point (USP) dari setiap produk yang dipasarkan agar memiliki nilai jual lebih dari produk lain yang sejenis.

“Buat konsumen merasa produk yang kita jual memiliki nilai lebih dibanding yang lain,” tegas Arief.

“Sehingga mau untuk memilih produk kita dibanding produk lain sejenis yang ada di pasaran,” sambung Wali Kota.

Kepala Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang, Teddy Bayu Putra menuturkan kegiatan Peningkatan Kemitraan Usaha Bagi UMKM Angkatan I berlangsung selama dua hari mulai tanggal 10 – 11 Maret 2020 dan akan terbagi dalam tiga angkatan, dimana masing – masing angkatan akan diikuti pelaku UMKM dari empat kecamatan.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Pemkot Tangerang Keluarkan Surat Edaran Penutupan Sementara Jam Buka Rumah Makan dan Hiburan

“Untuk angkatan pertama diikuti peserta dari kecamatan Karang tengah, Ciledug, Larangan, Pinang dan ada komunitas dari kampung tematik,” terangnya.

Dia menjelaskan, data pelaku usaha yang tercatat pihaknya, sebanyak puluhan ribu. Maka dengan adanya peningkatan kemitraan ini, dapat menumbuhkan daya saing para pelaku usaha.

“Pelaku UKM yang tercatat di kami sebanyak 14 ribu, IKM 4.800 dan pedagang lainnya, diantaranya pedagang kaki lima, pedagang pasar dan pedagang kelontongan sekitar 15 ribu,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga bercerita, sebelumnya dirinya telah mengikuti kegiatan APEKSI yang materinya membahas Undang-Undang (UU) Mitra Kerja. Sehingga, dapat diketahui dalam UU itu meregulasikan satu kesatuan yang tak terpisahkan empat komponen, yakni UKM, IKM, Perdagangan dan Koperasi.

Baca Juga :  Arief Apresiasi Bantuan Penanganan Covid-19 dari Koperasi Satya Karya

“Bagi kami (Dinas Indagkop UKM) ternyata UU yang selama ini, menjadi payung hukum pelaksanaan tugas kami, telah disederhanakan. UU ini menjadi satu kesatuan, yang mana tentang UKM, IKM, Perdagangan dan Koperasi itu diatur dalam UU Mitra Kerja,” kata Teddy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here