Inspektorat Kota Tangerang Gelar Reviu Keungan SKPD 2019

0

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Inspektorat menggelar reviu laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tahun Anggaran 2019 di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, pada 17 Februari sampai 19 Februari 2020, di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang.

Dalam laporannya, Inspektur Kota Tangerang, Dadi Budaeri menyampaikan, bahwa reviu laporan keuangan SKPD dilaksanakan secara pararel.

“Dengan pelaksanaan penyusunan laporan keuangan SKPD yang diselenggarakan oleh BPKD Kota Tangerang, maka catatan hasil reviu, tim reviu dapat langsung ditindaklanjuti oleh SKPD,” ujar Kepala Inspektorat, Dadi Budaeri seraya menambahkan, selain melakukan reviu laporan keuangan SKPD secara paralel tim Inspektorat juga melakukan verifikasi data Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(LPPD).

Baca Juga :  Atasi Kenaikan Harga Daging Sapi, Pemeintah Pusat Diminta Turun Tangan

Walikota Tangerang, Arief R Wismanyah mengatakan, reviu laporan keuangan SKPD yang diberikan harus objektif, dan dapat memperbaiki laporan-laporan yang sudah dibuat, dan pelaksanaan konsinyering dilakukan di tahun anggaran berjalan, sehingga di tahun berikutnya tinggal finalisasi.

“Kegiatan konsinyering ini bukan hal baru yang dilakukan, jadi harusnya bisa cepat untuk diselesaikan dalam waktu tiga hari ini,” ujar Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah didampingi Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman.

Pada acara yang juga dihadiri oleh seluruh Kepala SKPD tersebut, Walikota Tangerang juga mengimbau agar birokrat di Pemerintah Kota Tangerang harus memiliki inovasi dalam proses pembangunan yang berkelanjutan di Kota Tangerang.

“Dengan dikumpulkannya di dalam satu tempat harus bisa jauh lebih efektif,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tinjau Harga Komoditas, Pemkot Tangerang Pastikan Stok Pangan Tercukupi Sampai Idul Fitri

Walikota Tangerang juga meminta agar kegiatan konsinyering dapat dilakukan secara berkala dan memberikan hasil yang maksimal dan tidak perlu menunggu selang waktu selama 1 tahun.

“Untuk tahun 2020 bisa dilakukan secara berkala per 6 bulan, supaya ada data yang real time,” jelasnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here