Tanpa Dokumen Jelas, 10 WNA Kulit Hitam Diamankan Imigrasi Tangerang

0

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang kembali mengamankan Warga Negara Asing (WNA) berkulit hitam asal Nigeria yang tinggal di wilayah Tangerang.

Penangkapan 10 WNA tanpa identitas jelas tersebut dilakukan di dua tempat berbeda yakini perumahan Lippo Karawaci dan Palem Ganda Asri Karang Tengah, pada (11/02/2020) lalu berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Banten, Imam Sayudi mengatakan, sebelumnya ada sebanyak 14 WNA kulit hitam yang diamankan Imigrasi Tangerang.

“4 WNA asal Nigeria kami lepaskan setelah bisa membuktikan dokumen Kartu Ijin Tinggal Terbatas (Kitas) sementara 10 lagi diamankan karena tidak memiliki dokumen perjalanan yang jelas,” ujar Imam kepada awak media saat Konferensi Perss yang dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Sukasari, Kota Tangerang, Senin (14/02/2020).

Baca Juga :  Imigrasi Tangerang Akui Pengawasan WNA Belum Sertakan Teknologi

Imam menjelaskan, ada peralihan dan pergeseran tempat tinggal saat ini, sebelumnya kebanyakan WNA tinggal di apartemen. Namun, saat ini mereka tinggal di perumahan penduduk.

“Mungkin faktor sering di razia apartemen jadi mereka beralih ke perumahan, 10 WNA itu ngontrak dengan perjanjian satu tahun lamanya dan itu dalam satu kontrakan bersama sama,” katanya.

Kata Imam, saat di amankan seluruh WNA itu sedang beraktivitas seperti biasanya, seperti memainkan handphone, laptop atau sedang menonton Televisi.

“Yang jelas aktivitas mereka di rumahnya dalam rangka berkomunikasi, belum diketahui apakah ini jaringan cyber crime atau tidak masih kita tindak lanjut. Tingkat kesulitan kami adalah mereka bungkam, dan memang masih terkendala dalam bahasa,” terangnya.

Baca Juga :  Imigrasi Tangerang Amankan 15 WNA Kulit Hitam Ilegal di GWR dan Casa De Parco

Imam menambahkan, belum diketahui pasti seluruh WNA tersebut berprofesi sebagai apa dikarenakan kendala bahasa dan WNA tidak bisa di ajak bekerjasama.

“Belum kita dalami mereka profesinya apa, karena masih bungkam. Setelah ini tim inteldak akan melakukan pendalaman profesinya apa, dan untuk pendalaman lebih lanjut seluruh alat komunikasi mereka kami amankan,” tukasnya. (Md)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here