Forum Pelanggan Khawatir Swastanisasi PDAM TB

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang – Forum Pelanggan PDAM Tirta Benteng (TB) menyatakan kekhawatiran, terkait adanya kemungkinan swastanisasi di PDAM TB Kota Tangerang. Pasalnya BUMD milik Pemkot Tangerang ini, saat ini diketahui sedang melakukan kerjasama dengan PT Moya Indonesia, terkait dengan pemenuhan suplai air bersih bagi 53 ribu pelanggan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Pelanggan PDAM TB, Hendri Zein kepada wartawan, Minggu (7/7/2019).
“Salah satu yang menjadi perhatian kita adalah masalah kontrak kerjasama PDAM TB dengan PT Moya Indonesia, karena banyak hal yang belum diungkap ke publik dalam hal ini masyarakat Kota Tangerang, terutama mereka yang jadi pelanggan PDAM TB,” ujar Hendri Zein, yang didampingin Wakil Ketua Oman Djumansyah dan Seketaris Forum Pelanggan Chandra Eka.
Lebih jauh mantan Ketua DPC PDIP Kota Tangerang ini mengatakan, dari awal kontrak PDAM TB dengan PT Moya Indonesia ini sudah menuai kontraversi dan banyak pertanyaan dari publik Kota Tangerang. Menurutnya, sejak awal kontrak pertama pada tahun 2012 lalu, perusahaan yang kabarnya berasal dari Bahrain Timur Tengah ini akan menanamkan investasi sebesar Rp 1,3 trilun untuk pembuatan instalasi pengelolaan air dan pembangunan jaringan distribusi air bersih di Kota Tangerang.
“Waktu era kepemimpinan Wahidin Halim sebagai Walikota Tangerang, PT Moya dikabarkan akan menanamkan investasi sebesar Rp 1,3 trilun, kalau dilihat nilai seharusnya investasi sebesar itu akan mampu mempercepat perluasan pelayanan air bersih di Kota Tangerang, yang menjadi tanggung jawab PDAM TB,” katanya.
Namun tambah Hendri Zein, dari sejak kerjasama ditandatangani pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2016, proyek investasi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya alias mandeg. bahkan berhembus kabar jika sebenarnya PT Moya Indonesia tidak mempunyai kapasitas keuangan yang memadai untuk melaksanakan mega proyek tersebut, sehingga proyek tidak berjalan sesuai rencana.
“Informasi yang kita himpun, baru pada tahun 2017 PT Moya mulai melakukan pembangunan setelah ada perubahan kontrak kerjasama dari yang awalnya investasi Rp 1,3 trilun menjadi sekitar Rp 470 miliar, dan kontrak ini direvisi pada era kepemimpinan Walikota yang sekarang pak Arief R Wismansyah,” tambahnya.
Yang jadi pertanyaan, tambah Hendri Zein, kenapa kontrak investasi bisa diubah nilainya, dan kenapa PDAM TB dan Pemkot Tangerang cenderunh memaksakan proyek ini tetap dijalankan, setelah sekian lama tidak berjalan.
“Dari sisi nilai jelas keuntungan berkurang bagi Kota Tangerang, terutama masyarakat yang harusnya sudah merasakan pelayanan air bersih jadi tertunda, waktu vakum 4 tahun cukup lama,” katanya.
Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun Forum Pelanggan, tambah Hendri, diketahui PT Moya Indonesia baru merealiasikan proyek tersebut pada tahun 2017 setelah ada suntikan investasi dari perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam produksi pipa air bersih.
“Kalau benar informasi itu, jelas lah kalau PT Moya Indonesia memang tidak punya modal, yang jadi pertanyaan, kok bisa perusahaan yang tidak miliki kapasitas permodalan diberikan kontrak kerjasama, jadi ada banyak kejanggalan disini, dan kenapa saat itu pihak pengambil kebijakan di Kota Tangerang dalam hal ini Walikota dan Direksi PDAM TB saat itu bisa melakukan penandatanganan kerjasama, dan hal ini berlanjut hingga ke Walikota dan Direksi PDAM TB yang sekarang,” katanya.
Wakil Ketua Forum Pelanggan PDAM TB Oman Djumansyah menambahkan, ada kesan jika Pemkot Tangerang diduga ingin melakukan swastanisasi terhadap PDAM TB.
“Kalau hal ini (swastanisasi) terjadi, akan sangat bahaya bagi PDAM TB sebagai BUMD yang bertanggungjawab terhadap pelayanan air bersih di Kota Tangerang, dan ini melanggar regulasi yang ada tentang pengelolaan air bersih,” kata Oman.
Lebih jauh mantan Anggota DPRD Kota Tangerang periode 2004 sd 2009 ini menyatakan, Pemkot Tangerang harus menjelaskan ke masyarakat Kota Tangerang terkait kerjasama PDAM TB dengan PT Moya Indonesia ini. Terutama soal kontrak kerjasama. (Gor/Yip)
