Rugi Ratusan Juta, Warga Perum Bukit Cikasungka dan Taman Adiyaksa Ditipu Paket Sembako Murah

0

POTRETTANGERANG.ID, Kabupaten Tangerang – Warga Perum Bukit Cikasungka dan Taman Adiyaksa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang merasa tertipu atas penawaran paket sembako murah dari Sri Wahyuni alias Yeyen. Sebab, uang ratusan juta dibawa kabur Yeyen, tanpa memberikan paket sembako yang dijanjikan.

Eva Zubaidah, salah satu korban penipuan semvako murah oleh Sri Wahyuni alias Yeyen menjelaskan, pada awalnya Yeyen datang menawarkan paket sembako murah kepada warga Perum Bukit Cikasungka dan Taman Adiyaksa.

“Awalnya, tidak yakin kita (warga), Yeyen berani sumpah atas penawaran sembako murah. Lalu kita menanyakan kepada ibu tirinya, atas penawaran anaknya tersebut,” kata Eva kepada potrettangerang.id saat ditemui di Perum Bukit Cikasungka, Selasa (18/05/2021).

Atas pertanyaan itu, Eva kembali menjelaskan kronologi penawaran paket sembako murah itu. Ibu tirinya pun membenarkan atas penjualan paket sembako murah yang dijual Yeyen.

“Awal pemesanan paket sembako murah ini, bener dilakukan Yeyen. Karena makin banyak yang pesanan dan ibu tirinya juga ikut pesan paket sembako murah. Jadi kami percaya,” tegasnya.

Paket sembako murah itu diantaranya ialah beras 5 kg, minyak 2 liter, gula 1 kg dan mie instant 10 bungkus. Harga yang ditawarkan bervariasi, diantaranya Rp 50 ribu, Rp 58 Ribu sampai Rp 60 ribu.

“Pesanan gelombang pertama datang paket sembako murah. Pada pesanan gelombang kedua ini, belum datang dan Yeyen janji pada 26 April 2021 akan datang paket sembako murahnya dengan tiga truk,” jelas Eva.

Dirinya pun tertipu sebesar Rp 19 juta lebih. Dari keseluruhan korban yang tertipu sebesar ratusan juta. Bahkan, warga pernah melaporkan hal ini ke Polsek Cisoka, namun diarahkan ke Polresta Tangerang.

“Kami datangi ke Polsek dan Polresa Tangerang, petugas menyarankan untuk melakukan somasi terlebih dahulu kepada Yeyen dan keluarga. Kami pun membuat surat somasi yang disarankan petugas Polresta Tangerang,” papar Eva.

“Awalnya, orangtua Yeyen tidak mau tanda tangan atas somasi warga. Karena ingin membaca terlebih dahulu surat somasinya. Orangtua Yeyen tidak mau ada nominal nilai uang yang dibawa kabur anaknya dalam surat somasi itu,” tambahnya.

Namun, sampai saat ini warga belum menerima uang yang dibawa kabur Sri Wahyuni alias Yeyen. Sebab, Yeyen sudah kabur ke daerah luar pulau Jawa. “Kata orangtua Yeyen, anaknya saat ini sudah ada di Lampung,” tandas Eva. (Ris/Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here