Kejadian Viral di Wisma Tajur, Ini Penjelasan Camat Ciledug

0 0
Read Time:2 Minute, 31 Second

POTRETTANGERANG.ID, Kota Tangerang – Video berdurasi 39 detik yang viral pada saat banjir yang terjadi di lokasi Perumahan Wisma Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (02/01/2020) ini, diketahui pria memakai baju berwarna pink bernama Raja itu adu mulut dengan Camat Ciledug, Syarifudin.

Saat dikonfirmasi, Camat Ciledug menjelaskan, kronologi yang terjadi disaat banjir itu, telah terjadi miskomunikasi dirinya dengan Raja.

“Saat evakuasi korban pada Kamis siang di Wisma Tajur, saya bertemu Raja yang mengatakan dirinya relawan dari Jakarta. Raja pun meminta peralatan evakuasi mulai dari pengeras suara, lampu senter dan lainnya. Disitu saya bertanya, anda relawan bawa apa saja. Dia pun menjawab tak bawa apa-apa, hanya membawa selembar kertas dan pulpen,” ungkap Syarifudin, Sabtu (4/1/20).

Dari penjelasan Camat, saat itu dia juga menerima informasi dari anggota Polsek Ciledug, Suhaedi Jufa yang sebelumnya sudah menegur Raja atas aksinya di lokasi banjir tersebut. Dalam situasi yang tak berbeda jauh, Syarifudin melihat Raja melakukan wawaran di depan warga.

“Disitu saya memang langsung menegurnya, karena ingin mengetahui aksi Raja tersebut atas perintah siapa. Sebagai pejabat wilayah, saya dan tim Basarnas saat itu bertanggungjawab penuh. Proses evakuasi dalam situasi banjir separah itu harus digerakan dalam satu komando,” jelas Syarifudin.

Dijelaskan Syarifudin, sebelum kejadian tersebut Ia bersama tim sudah di Wisma Tajur sejak Rabu pagi (01/01/2020). Namun, Kamis Pagi (02/01/2020) Syarifudin meninggalkan Wisma Tajur untuk mengambil logistik bantuan di wilayah Kunciran Indah.

“Sejak Rabu, yaitu hari pertama kejadian banjir saya tidak melihat sosok Raja. Seharian saya di Wisma Tajur mengevakuasi warga, istirahat sebelum subuh pun saya masih shalat di Wisma Tajur, disitu saya masih tak melihat Raja,” katanya.

Lanjutnya, ketika Syarifudin kembali ke Wisma Tajur siang hari, dia melihat Raja sibuk melakukan wawaran mengatur warga sana-sini. Informasi lainnya, Saat Syarifudin tak ditempat, Raja memang ikut membantu masyarakat mengevakuasi korban dan barang-barang korban atas komando dirinya sendiri tanpa personil lapangan yang bertugas.

“Sudah hari kedua, semua mungkin sudah dalam kondisi lelah begitu juga dengan saya, hingga sempat tersulut emosi. Tidak ada niat saya menghalangi siapa pun untuk menjadi relawan. Namun, dalam situasi tersebut semua harus dalam satu komando, sehingga semua tertangani dengan jelas dan by data,” tegas Syarifudin.

Diketahui, Raja hadir di lokasi kejadian hanya membawa diri, tanpa membawa peralatan evakuasi atau logistik. “Dari penglihatan semua itulah yang saya takuti, ada satu pihak yang membuat situasi tak nyaman bagi seluruh personil yang ada di lapangan sejak hari pertama. Terlebih bisa membuat warga bingung jika pengarahan dilakukan oleh banyak pihak,” katanya.

Selaku Camat Ciledug, Syarifudin menuturkan kejadian ini hanyalah miskomunikasi lapangan. Seluruh personil gabungan Pemkot, TNI dan Polri tak henti dan tak kenal lelah sejak hari pertama setia membantu dan menemani warga. Syarifudin pun meminta, penanganan banjir hingga kondisi Kota Tangerang pulih nanti harus dilakukan dalam satu komando, sehingga semua terkoordinir dengan baik.

“Saya berterima kasih sebesar-bersarnya untuk seluruh relawan dan masyarakat yang telah membantu korban banjir di Kota Tangerang, khususnya di Wisma Tajur. Kita sama –sama berdoa dan terus bergerak, semoga Kota Tangerang cepat pulih,” harapnya. (Gor/Yip)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mungkin Anda juga menyukai

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *